15 Hal Penting dalam Merancang Kamar Tidur
Ada 15 poin yang harus diperhatikan sebelum merancang kamar
tidur. Menerapkan ke-15 hal berikut ini, berarti mendapatkan kamar tidur
yang sesuai dengan kebutuhan, selera dan bujet Anda.
Saat kita membangun atau merenovasi rumah, salah satu ruang yang
biasanya menjadi fokus utama dalam perencanaan adalah kamar tidur.
Alasannya mudah dirunut. Kamar tidur merupakan ruang pribadi dimana kita
beristirahat dan seringkali juga untuk bekerja dan bersantai. Sebagian
orang bahkan suka menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar. Lalu
bagaimana menentukan Hal Penting dalam Merancang Kamar Tidur
tersebut?
Sebagai area privat, kebutuhan dan desain kamar tidur pun menjadi
personal. Selain fungsi standar kamar tidur, selera pribadi juga menjadi
penting di sini. Namun, desain yang personal pun memerlukan batasan dan
pertimbangan sebagai pedoman dalam merancang kamar tidur yang baik dan
nyaman.
Bila memungkinkan, mulailah proses merancang ini dari nol. Hal ini
akan memudahkan Anda dalam menambah atau mengubah desain suatu saat
nanti, karena kebutuhan dan tema sudah Anda tetapkan sejak awal.
Untuk merancang kamar tidur yang nyaman dan sesuai dengan pribadi Anda, ada baiknya Anda perhatikan 15 hal berikut.
1.Gaya / langgam desain. Hal yang akan menjadi dasar dalam
mengembangkan ide dalam mendekor, antara lain dari gayanya. Apakah itu
gaya neoklasik, modern minimalis, pop-retro atau eklektik. Tentukan gaya
yang Anda pilih dari awal.
2.Warna tema. Warna favorit biasanya menjadi pilihan, terutama pada
kamar lajang atau remaja. Warna yang dipilih tidak harus satu. Untuk
memperkaya tekstur, warna-warna monokromatis atau warna aksen yang
kontras dapat menjadi alternatif.
3. Pencahayaan. Baik pencahayaan alami (sinar matahari), buatan
maupun special lighting dapat diperhitungkan sejak awal. Efek
pencahayaan ini yang akan memberi “jiwa” pada interior.
4. Lantai. Setelah menentukan konsep dan suasana, perencanaan
beranjak pada material finishing. Mulailah dari menentukan jenis lantai.
Untuk suasana hangat, kamar tidur biasanya memakai lantai kayu
(parquet). Namun keramik atau granit tile pun memberikan ragam pilihan
yang luas untuk corak dan warna.
5. Dinding. Untuk kesan mewah dapat menggunakan wallpaper dengan
pilihan warna, motif dan tekstur yang kaya. Warna tema yang sudah Anda
tentukan akan mempengaruhi hal ini.
6.Finishing furnitur. Pilihan jenis finishing ini juga terkait dengan
tema dan suasana yang Anda inginkan. Bila Anda suka tampilan serat
kayu, teknik semprot melamik atau lapisan HPL motif kayu bisa dipilih.
Untuk kesan lebih modern dan pop, cat duko untuk perabot kayu dapat
menjawabnya.
7.Jenis aktivitas. Terjemahkan irama hidup sehari-hari Anda menjadi
bentuk aktivitas yang akan Anda lakukan di kamar ini. Tentu saja, sesuai
dengan dimensi ruang yang ada. Setelah itu, Anda bisa mulai mencatat
kebutuhan furniturnya.
8.Ukuran furnitur. Saat menentukan furnitur kamar, jangan
terburu-buru memilih sesuatu hanya karena Anda suka. Perhatikan
ukurannya. Ukur benar-benar ruangan Anda dan sesuaikan dengan proporsi
perabot yang Anda butuhkan.
9.Sirkulasi. Jangan lupa perhitungkan ruang gerak dan ruang beraktivitas dengan adanya perabot-perabot di dalam kamar.
10.Posisi stop kontak dan saklar. Usahakan agar benda-benda bertenaga
listrik berada pada sisi yang sama dengan stop kontak. Bila tidak
memungkinkan, rancanglah sistem pengkabelan yang rapi dan aman dari
jangkauan.
11.Benda Dekoratif. Sediakan tempat di dinding atau di pojok ruangan
untuk memajang hiasan berharga. Lengkapi dengan spot light untuk
“mengangkat” kehadirannya.
12.Walpaper cantik. Hiasan dekoratif tidak harus berupa sepotong
karya seni atau sebuah gambar dalam bingkai. Satu bidang dinding dengan
wallpaper cantik yang eye-catching pun dapat menjadi elemen dekorasi di
kamar Anda.
13.Bukaan. Kamar yang sehat adalah kamar yang memiliki bukaan cukup
untuk memungkinkan terjadinya sirkulasi udara dan pasokan sinar
matahari. Hal ini seharusnya direncanakan sejak awal pembangunan rumah.
14.Material nontoxic. Gunakan material yang aman dan nontoxic.
Seperti misalnya, penggunaan cat dinding yang water based. Selain lebih
aman, juga lebih ramah lingkungan daripada produk solvent based.
15.Selesaikan di Workshop. Material pelapis perabot, bila ia
menggunakan teknik semprot, pastikan proses ini diselesaikan di workshop
dan sudah benar-benar kering saat dipasang di rumah Anda.